<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ndoWare &#187; PLC</title>
	<atom:link href="http://ndoware.com/kategori/plc/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ndoware.com</link>
	<description>Referensi Teknologi dan Elektronika Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Mar 2011 02:38:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Kekurangan PLC</title>
		<link>http://ndoware.com/kekurangan-plc.html</link>
		<comments>http://ndoware.com/kekurangan-plc.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 03:23:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iebhe</dc:creator>
				<category><![CDATA[PLC]]></category>
		<category><![CDATA[Kekurangan PLC]]></category>
		<category><![CDATA[Pemrograman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndoware.com/?p=1883</guid>
		<description><![CDATA[Gambar Panel Kendali (Control Panel) PLC
Menyambung pada artikel sebelumnya, PLC tak hanya memiliki kelebihan. Sebagai hasil ciptaan manusia, tentunya PLC masih mempunyai kelemahan yang pada setiap generasinya dilakukan koreksi dan penyempurnaan. PLC pada perannya sebagai sistem kendali memiliki kelemahan yang cukup mendasar dan masih terus ditekan agar dapat diperoleh hasil yang mendekati kesempurnaan dan harapan [...]<!---
No related posts.--->

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1890" class="wp-caption alignleft" style="width: 318px"><a rel="attachment wp-att-1890" href="http://ndoware.com/kekurangan-plc.html/panelplc"><img class="size-medium wp-image-1890" src="http://ndoware.com/wp-content/uploads/2009/09/panelPLC-300x300.jpg" alt="Gambar Panel Kendali (Control Panel) PLC" width="308" height="308" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar Panel Kendali (Control Panel) PLC</p></div>
<p>Menyambung pada <a title="Kelebihan PLC" href="http://ndoware.com/kelebihan-plc.html">artikel sebelumnya</a>, PLC tak hanya memiliki kelebihan. Sebagai hasil ciptaan manusia, tentunya PLC masih mempunyai kelemahan yang pada setiap generasinya dilakukan koreksi dan penyempurnaan. PLC pada perannya sebagai sistem kendali memiliki kelemahan yang cukup mendasar dan masih terus ditekan agar dapat diperoleh hasil yang mendekati kesempurnaan dan harapan yang ada, baik oleh vendor maupun oleh pengguna tentunya. Adapun kelemahan yang terdapat pada PLC dapat dijelaskan sebagai berikut:</p>
<p><strong>1.  Teknologi Masih Baru</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Pengubahan sistem lama yang mempergunakan relay ke dalam konsep komputer PLC masih dianggap baru bagi sebagian orang. Tentunya hal ini menjadikan suatu tantangan besar bagi vendor PLC untuk meningkatkan pengenalan PLC ke dalam masyarakat umum maupun masyarakat teknologi (khususnya). Sementara ini, PLC banyak digunakan pada level industri saja, belum banyak merambah dunia yang lebih luas yaitu masyarakat. Meskipun tak terlalu mempengaruhi pasar industri, dengan mengenal sistem PLC orang akan dapat memiliki ketertarikan tersendiri untuk mengasah ilmu khususnya dalam bidang kendali dengan PLC dan membuat implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p><strong>2.  Aplikasi Program PLC Buruk untuk Aplikasi Statis (Tetap)</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Aplikasi-aplikasi PLC dapat mencakup beberapa fungsi sekaligus. Di lain sisi, beberapa aplikasi merupakan aplikasu dengan satu fungsi. Jarang sekali dilakukan perubahan bahkan tidak sama sekali atau statis. Hal tersebut membuat penggunaan PLC pada aplikasi dengan satu fungsi dinilai tidak efektif bahkan dapat menghabiskan biaya yang besar alias boros. Oleh sebab itu, penggunaan PLC pada aplikasi kecil tidak direkomendasikan oleh para ahli sistem kendali.</p>
<p><strong>3.  Operasi dengan Ragkaian yang Statis (Tetap)</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Kinerja PLC menjadi tidak optimal dan efektif bahkan memboroskan biaya jika rangkaian pada sebuah operasi tidak dilakukan perubahan secara menyeluruh. Proses justru akan menjadi lambat dan membuat sistem terganggu, mempengaruhi pada hasil produksi dan keluaran.</p>
<p><strong>4.  PLC Rentan terhadap Perubahan Suhu dan Keadaan Lingkungan</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Menjadikan sebuah pertimbangan ketika suatu perangkat yang akan dipergunakan memiliki kelemahan yang cukup mengkhawatirkan. Dalam suatu kalang proses industri, lingkungan akan memiliki perubahan suhu dan keadaan yang tidak dapat diduga, seringkali pemanasan yang sangat luar biasa terjadi, vibrasi yang berhubungan langsung dengan alat-alat elektronik di dalam PLC dan keadaan lingkungan maupun lapangan yang tidak dapat dipungkiri dapat menyebabkan debu yang mengotori perangkat PLC. Apabila hal-hal tersebut terjadi secara terus menerus, kinerja pada sistem PLC akan terganggu dan tidak dapat berjalan secara maksimal. Hal-hal tersebut banyak terjadi khususnya pada PLC generasi lama. Untuk PLC generasi baru kekeurangan ini mulai dapat dikendalikan dan dikurangi secara perlahan oleh vendor.</p>
<img src="http://ndoware.com/?ak_action=api_record_view&id=1883&type=feed" alt="" /><!---<p>No related posts.</p>--->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndoware.com/kekurangan-plc.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelebihan PLC</title>
		<link>http://ndoware.com/kelebihan-plc.html</link>
		<comments>http://ndoware.com/kelebihan-plc.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 02:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iebhe</dc:creator>
				<category><![CDATA[PLC]]></category>
		<category><![CDATA[Kelebihan PLC]]></category>
		<category><![CDATA[operasi PLC]]></category>
		<category><![CDATA[Pemrograman]]></category>
		<category><![CDATA[Programmable]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndoware.com/?p=1868</guid>
		<description><![CDATA[Penggunaan PLC di dalam kehidupan sehari-hari dan dalam industri sudah menjadi seuatu kebutuhan, terutama untuk menggantikan sistem pengkabelan (wiring) yang masih dipergunakan pada sistem sebelumnya. Para pengguna mulai mengalihkan perhatian kepada PLC karena banyak kelebihan maupun keuntujngan yang ditawarkan oleh sistem yang dapat diprogram kembali ini.<div class="entry clearfloat" style="border:none;padding:0;">
<blockquote>
<h3>Artikel Terkait</h3>
<ul>
		<li><a href="http://ndoware.com/sekilassejarahplc.html" rel="bookmark">Sekilas Sejarah PLC</a><!-- (7.7)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/komponen-tambahan-plc.html" rel="bookmark">Komponen Tambahan PLC</a><!-- (6.3)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/pemrograman-plc-dengan-ladder-logic-diagram.html" rel="bookmark">Pemrograman PLC dengan Ladder Logic Diagram</a><!-- (5.6)--></li>
	</ul>
</blockquote>
</div>


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1871" href="http://ndoware.com/kelebihan-plc.html/logo-plusminplc"><img class="alignleft size-medium wp-image-1871" src="http://ndoware.com/wp-content/uploads/2009/09/Logo-PlusMinPLC-300x300.jpg" alt="Logo PlusMinPLC" width="129" height="129" /></a>Penggunaan PLC di dalam kehidupan sehari-hari dan dalam industri sudah menjadi suatu kebutuhan, terutama untuk menggantikan sistem pengkabelan (<em>wiring</em>) yang masih dipergunakan pada sistem sebelumnya. Para pengguna mulai mengalihkan perhatian kepada PLC karena banyak kelebihan maupun keuntujngan yang ditawarkan oleh sistem yang dapat diprogram kembali ini. Adapun kelebihan maupun keuntungan tersebut antara lain:</p>
<p><strong>1.  Fleksibel</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Dahulu, penggunaan perangkat sistem kendali membutuhkan banyak sistem pengolahan untuk masing-masing perangkat saja. Misalnya jika terdapat lima mesin maka dibutuhkan lima pengendali. Hal tersebut kini teratasi dengan menggunakan  PLC. Cukup menggunakan sebuah PLC saja, banyak perangkat yang dapat dijalankan dengan programnya masing-masing. Sistem pengkabelan mulai dibenahi dan direduksi, semakin sedikit kabel yang digunakan dan ringkat/ sederhana. Tak perlu banyak ruang untuk menempatkannya.</p>
<p><strong>2.  Harganya Lebih Murah</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Jika kita melihat kembali kepada sisi fleksibilitasnya tentunya sudah menjadi jawaban, dimana harga yang dikeluarkan jauh lebih sedikit (murah) jika dibandingkan dengan menggunakan sistem sebelumnya. Ketika sistem lama (relay) masih banyak menggunakan pengkabelan yang memakan banyak biaya, PLC menawarkan pengkabelan yang sederhana. Pengkabelan dapat dilakukan dengan jumlah yang banyak hanya dengan sebuah PLC, karena PLC mencakup relay, timer, counter, sequencer, dan beberapa fungsi yang dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan.</p>
<p><strong>3.  Jumlah Kontak yang Banyak</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Banyaknya kontak yang dimiliki sebuah PLC memberikan banyak kemudahan kepada pengguna. Tidak hanya dari segi finansial, tetapi juga sisi instalasi. Akan jauh lebih sederhana dan mudah jika dibandingkan dengan relay. Misalnya saja pada PLC-5, sebuah PLC keluaran Allen Bradley dengan jumlah kontak minimal 16-32 kontak, sementara itu relay menyediakan kontak sejumlah 4-8 kontak.</p>
<p><strong>4.  Dapat Melakukan Pemrograman, Pemrograman Ulang dan Koreksi dengan Mudah</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">PLC memiliki kelebihan dimana sistemnya dapat diprogram ulang secara cepat, proses produksi yang bercampurpun dapat diselesaikan dengan cepat. Bahkan ketika sistem sedang dijalankan. Bila salah satu sistem akan diubah atau dikoreksi, pengubahannya hanya dilakukan pada program yang terdapat di komputer, dengan waktu yang relatif singkat, setelah itu baru didownload ke PLC. Jika dengan relay, diperlukan pengubahan pada pengkabelannya, waktunya akan sangat lama dan beresiko tinggi sehingga harus mematikan sistem yang sedang berjalan.</p>
<p><strong>5.  Metode Pemrograman Mudah dan Bermacam-macam</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Banyak metode untuk membuat suatu program pada PLC. Seperti pada penjelasan <a title="pemrograman PLC" href="http://ndoware.com/pemrograman-plc-dengan-ladder-logic-diagram.html" target="_blank">pemrograman pada PLC</a>, disebutkan bahwa terdapat banyak metode yang ditawarkan untuk membuat suatu program pada PLC, di antaranya Ladder Logic Diagram, Mneumonic dan Function Block Diagram. Setiap programer dapat memiih metode sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.</p>
<p><strong>6.  Menyederhanakan Komponen-Komponen Sistem Kendali</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Dalam PLC juga terdapat timer, counter, relay dan komponen lainnya, sehingga tak lagi membutuhkan komponen-komponen tersebut sebagai tambahan. Penggunaan relay membutuhkan counter, timer atau komponen lain untuk perangkat tambahan.</p>
<p><strong>7.  Keamanan Terjamin<br />
</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Jika dilihat dari sisi keamanan, PLC tergolong perangkat yang luar biasa aman, dari segi dokumentasi, perangkat dan hal-hal mengenai program. PLC mempunyai sistem penguncian (lock), sehingga mengurangi dan dapat menghindarkan dari adanya pecurian dalam bentuk apapun.</p>
<p><strong>8. </strong><strong>Adanya </strong><strong>Record Data dan Interface yang Memudahkan Pengguna</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">PLC dirancang untuk mampu menyimpan data-data yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan dan program. Dimudahka dengan adanya interface yang dapat menampilkan proses, data maupun perbandingan ke dalam suatu perangkat komputer (PC) yang terhubung dengan PLC.</p>
<p><strong>9.  Sistem Terbaru dengan Wireless</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Sistem terbaru dari PLC yaitu dengan menawarkan siste yang wireless dan dapat diakses oleh penggunanya dengan mudah dan jarak jauh. Tak harus masuk ke dalam kantor atau ruangan khusus.</p>
<p><strong>10. Upgrade Sistem dan Komponen Lebih Cepat</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Pengguna dapat Menambahkan komponen-komponen kendali setiap saat dan tanpa memerlukan tenaga juga biaya yang besar seperti pada pengendali konvensional (relay). Dimudahkan juga dengan komponen yang tersedia dalam bentuk paket modul, pemasangan dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.</p>
<img src="http://ndoware.com/?ak_action=api_record_view&id=1868&type=feed" alt="" /><div class="entry clearfloat" style="border:none;padding:0;">
<blockquote>
<h3>Artikel Terkait</h3>
<ul>
		<li><a href="http://ndoware.com/sekilassejarahplc.html" rel="bookmark">Sekilas Sejarah PLC</a><!-- (7.7)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/komponen-tambahan-plc.html" rel="bookmark">Komponen Tambahan PLC</a><!-- (6.3)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/pemrograman-plc-dengan-ladder-logic-diagram.html" rel="bookmark">Pemrograman PLC dengan Ladder Logic Diagram</a><!-- (5.6)--></li>
	</ul>
</blockquote>
</div>


]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndoware.com/kelebihan-plc.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perancangan Sistematis Sistem Kendali dengan PLC</title>
		<link>http://ndoware.com/perancangan-sistematis-sistem-kendali-dengan-plc.html</link>
		<comments>http://ndoware.com/perancangan-sistematis-sistem-kendali-dengan-plc.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 03:31:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iebhe</dc:creator>
				<category><![CDATA[PLC]]></category>
		<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[Pemrograman]]></category>
		<category><![CDATA[Programmable]]></category>
		<category><![CDATA[sistematis]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndoware.com/?p=1700</guid>
		<description><![CDATA[


Systematic Points


Dalam merancang suatu sistem kendali diperlukan beberapa pendekatan yang sistematis dengan prosedur yang telah diterapkan untuk memperoleh hasil yang maksimal sesuai dengan yang diharapkan. Pendekatan-pendekatan sistematis dianjurkan untuk mengikuti prosedure berikut:
1. Rancangan sistem kendali
Dalam tahap ini, programmer menentukan terlebih dahulu jenis sistem yang akan dikendalikan, demikian pula proses yang harus dilaksanakan dalam sistem tersebut. [...]<div class="entry clearfloat" style="border:none;padding:0;">
<blockquote>
<h3>Artikel Terkait</h3>
<ul>
		<li><a href="http://ndoware.com/pemrograman-plc-dengan-ladder-logic-diagram.html" rel="bookmark">Pemrograman PLC dengan Ladder Logic Diagram</a><!-- (8.2)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/kelebihan-plc.html" rel="bookmark">Kelebihan PLC</a><!-- (7.1)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/pemrograman-plc-dengan-kode-mnemonic.html" rel="bookmark">Pemrograman PLC dengan Kode Mnemonic</a><!-- (6.9)--></li>
	</ul>
</blockquote>
</div>


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl>
<dt><a href="http://ndoware.com/perancangan-sistematis-sistem-kendali-dengan-plc.html/sistematis" rel="attachment wp-att-1703"><img src="http://ndoware.com/wp-content/uploads/2009/09/sistematis.jpg" alt="Systematic Points" class="size-full wp-image-1703" height="129" width="129"></a></dt>
<dd>Systematic Points</dd>
</dl>
</div>
<p>Dalam merancang suatu sistem kendali diperlukan beberapa pendekatan yang sistematis dengan prosedur yang telah diterapkan untuk memperoleh hasil yang maksimal sesuai dengan yang diharapkan. Pendekatan-pendekatan sistematis dianjurkan untuk mengikuti prosedure berikut:</p>
<p><b>1. Rancangan sistem kendali</b></p>
<blockquote><p>Dalam tahap ini, programmer menentukan terlebih dahulu jenis sistem yang akan dikendalikan, demikian pula proses yang harus dilaksanakan dalam sistem tersebut. Sistem yang dikendalikan dapat berupa peralatan mesin ataupun proses yang terintegrasi yang pada umumnya disebut dengan controlled system (sistem terkendali).</p>
</blockquote>
<p><b>2. Penentuan Input/Output (I/O)</b></p>
<blockquote><p>Pada tahap ini, semua bentuk perangkat masukan dan keluaran eksternal yang akan dihubungkan ke PLC harus ditentukan. Perangkat masukan dapat berupa saklar, sensor, valve dan lain-lain. Sedangkan perangkat keluaran dapat berupa solenoid valve, elektromangnetik, dan lain-lain.</p>
</blockquote>
<p><b>3. Desain Program</b></p>
<blockquote><p>Apabila perangkat-perangkat I/O sudah ditentukan, dilanjutkan dengan tahap mendisain program. Tahap ini terdiri dari proses perancangan program, baik itu dalam bentuk ladder logic diagram maupun kode mnemonic, dengan mengikuti aturan dan urutan operasi sistem kendali.</p>
</blockquote>
<p>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<dl>
<dt><a href="http://ndoware.com/perancangan-sistematis-sistem-kendali-dengan-plc.html/sistematikaplc" rel="attachment wp-att-1704"><img src="http://ndoware.com/wp-content/uploads/2009/09/sistematikaPLC-1024x435.jpg" alt="Gambar perancangan sistematis pemrograman PLC" class="size-large wp-image-1704" height="135" width="319"></a></dt>
<dd>Gambar perancangan sistematis pemrograman PLC</dd>
</dl>
</div>
<p></p>
<p><b>4. Pemrograman (Programming)</b></p>
<blockquote><p>Tahapan untuk merancang program PLC dengan menggunakan software pendukung dari masing-masing vendor yang bersangkutan. Hampir setiap vendor produsen PLC mempersiapkan software yang sesuai demi pelayanan dan penggunaan PLC secara maksimal. Ini merupakan tahap simulasi dari tahap-tahap sebelumnya.</p>
</blockquote>
<p><b>5. Menjalankan Sistem (Run the System)</b></p>
<blockquote><p>Program yang telah dirancang dan disimulasikan selanjutnya diterapkan (download) ke dalam PLC agar dapat dilakukan uji coba terhadap kebenaran secara real. Apakah sesuai dengan harapan dan disain ataukah belum? Jika sudah maka dapat dikatakan program telah berhasil dibuat. Operator tinggal menghubungkan pada plant atau perangkat lain yang akan digunakan sebagai input maupun output.</p>
</blockquote>
<div style="overflow: hidden;width: 1px;height: 1px"><!--[if gte mso 9]&gt;     &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoNoSpacing, li.MsoNoSpacing, div.MsoNoSpacing 	{mso-style-priority:1; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1108619065; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1799126286 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]-->
<p></p>
<p class="MsoNoSpacing"><span>Dalam merancang suatu sistem kendali diperlukan beberapa pendekatan yang sistematis dengan prosedure yang telah diterapkan untuk memperoleh hasil yang maksimal sesuai dengan yang diharapkan. Pendekatan-pendekatan sistematis dianjurkan untuk mengikuti prosedure berikut:</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt;text-indent: -18pt"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Rancangan sistem kendali</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt"><span>Dalam tahap ini, programmer menentukan terlebih dahulu jenis sistem yang akan dikendalikan, demikian pula proses yang harus dilaksanakan dalam sistem tersebut. Sistem yang dikendalikan dapat berupa peralatan mesin ataupun proses yang terintegrasi yang pada umumnya disebut dengan controlled system (sistem terkendali).</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt;text-indent: -18pt"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Penentuan Input/Output (I/O)</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt"><span>Pada tahap ini, semua bentuk perangkat masukan dan keluaran eksternal yang akan dihubungkan ke PLC harus ditentukan. Perangkat masukan dapat berupa saklar, sensor, valve dan lain-lain. Sedangkan perangkat keluaran dapat berupa solenoid valve, elektromangnetik, dan lain-lain.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt;text-indent: -18pt"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Desain Program</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt"><span>Apabila perangkat-perangkat I/O sudah ditentukan, dilanjutkan dengan tahap mendisain program. Tahap ini terdiri dari proses perancangan program, baik itu dalam bentuk ladder logic diagram maupun kode mnemonic, dengan mengikuti aturan dan urutan operasi sistem kendali.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt;text-indent: -18pt"><!--[if !supportLists]--><span><span>4.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Pemrograman (programming)</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt"><span>Tahapan untuk merancang program PLC dengan menggunakan software pendukung dari masing-masing vendor yang bersangkutan. Hampir setiap vendor produsen PLC mempersiapkan software yang sesuai demi pelayanan dan penggunaan PLC secara maksimal. Ini merupakan tahap simulasi dari tahap-tahap sebelumnya.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt;text-indent: -18pt"><!--[if !supportLists]--><span><span>5.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Menjalankan sistem (run the system)</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt"><span>Program yang telah dirancang dan disimulasikan selanjutnya diterapkan (download) ke dalam PLC agar dapat dilakukan uji coba terhadap kebenaran secara real. Apakah sesuai dengan harapan dan disain ataukah belum? Jika sudah maka dapat dikatakan program telah berhasil dibuat. Operator tinggal menghubungkan pada plant atau perangkat lain yang akan digunakan sebagai input maupun output.</span></p>
</div>
<img src="http://ndoware.com/?ak_action=api_record_view&id=1700&type=feed" alt="" /><div class="entry clearfloat" style="border:none;padding:0;">
<blockquote>
<h3>Artikel Terkait</h3>
<ul>
		<li><a href="http://ndoware.com/pemrograman-plc-dengan-ladder-logic-diagram.html" rel="bookmark">Pemrograman PLC dengan Ladder Logic Diagram</a><!-- (8.2)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/kelebihan-plc.html" rel="bookmark">Kelebihan PLC</a><!-- (7.1)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/pemrograman-plc-dengan-kode-mnemonic.html" rel="bookmark">Pemrograman PLC dengan Kode Mnemonic</a><!-- (6.9)--></li>
	</ul>
</blockquote>
</div>


]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndoware.com/perancangan-sistematis-sistem-kendali-dengan-plc.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proses Scanning Program pada PLC</title>
		<link>http://ndoware.com/proses-scanning-program-pada-plc.html</link>
		<comments>http://ndoware.com/proses-scanning-program-pada-plc.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 19:38:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iebhe</dc:creator>
				<category><![CDATA[PLC]]></category>
		<category><![CDATA[logic]]></category>
		<category><![CDATA[operasi PLC]]></category>
		<category><![CDATA[Rekursif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndoware.com/?p=1676</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah Programmable Logic Controller (PLC), berjalan secara kontinu berdasarkan pada program yang didownload (dimasukkan) ke dalam unit prosesnya. Terdapat beberapa tahap yang harus dilalui terlebih dahulu hingga akhirnya program menyampaikan perintah yang harus dilaksanakan. Entah gerbang menjadi aktif maupun non aktif, sesuai dengan logika permrograman yang diberikan pengguna.
Pada topik ini, akan kita bahas mengenai proses [...]<div class="entry clearfloat" style="border:none;padding:0;">
<blockquote>
<h3>Artikel Terkait</h3>
<ul>
		<li><a href="http://ndoware.com/antarmuka-masukan-plc.html" rel="bookmark">Antarmuka PLC</a><!-- (5.8)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/perancangan-sistematis-sistem-kendali-dengan-plc.html" rel="bookmark">Perancangan Sistematis Sistem Kendali dengan PLC</a><!-- (5.6)--></li>
	</ul>
</blockquote>
</div>


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1677" href="http://ndoware.com/proses-scanning-program-pada-plc.html/scanning"><img class="alignleft size-full wp-image-1677" src="http://ndoware.com/wp-content/uploads/2009/09/scanning.jpg" alt="scanning" width="160" height="160" /></a>Sebuah Programmable Logic Controller (PLC), berjalan secara kontinu berdasarkan pada program yang didownload (dimasukkan) ke dalam unit prosesnya. Terdapat beberapa tahap yang harus dilalui terlebih dahulu hingga akhirnya program menyampaikan perintah yang harus dilaksanakan. Entah gerbang menjadi aktif maupun non aktif, sesuai dengan logika permrograman yang diberikan pengguna.</p>
<p>Pada topik ini, akan kita bahas mengenai proses scanning (penyapuan) program pada sebuah PLC. Nah, apa saja proses yang harus dilalui sebuah program hingga akhirnya menghasilkan suatu pernyataan atau perintah dari perangkat masukan ke perangkat keluaran? bagaimana pula arah pergerakan proses tersebut? Anda akan menemukan jawabannya di sini.</p>
<p>Pada umumnya, proses scanning program pada PLC memiliki beberapa tahap tergantung dari program yang diberikan dan masing-masing vendor. Namun, hanya 3 (tiga) tahap saja yang utama. Adapun tahapan-tahapan dapat dijelaskan sebagai berikut:</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<dl>
<dt><a rel="attachment wp-att-1678" href="http://ndoware.com/proses-scanning-program-pada-plc.html/scanning_process"><img class="size-full wp-image-1678" src="http://ndoware.com/wp-content/uploads/2009/09/scanning_process.jpg" alt="Gambar proses scanning (peyapuan) program pada PLC" width="213" height="358" /></a></dt>
<dd>Gambar proses scanning (peyapuan) program pada PLC</dd>
</dl>
</div>
<p><strong>1. Baca Status Input/ Masukan (READ)</strong></p>
<blockquote><p>Sebagai tahap pertama, PLC akan memeriksa status masing-masing keluaran. Bagaimana kondisi yang sedang terjadi pada saat itu (ON atau OFF). Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan detail pada masing-masing masukan sebagai langkah identifikasi terhadap keadaan sebelum proses selanjutnya dilaksanakan. Hasil yang telah diperoleh selanjutnya disimpan ke dalam suatu memori yang bersangkutan. Adapun data-data tersebut akan dipergunakan pada tahap selanjutnya.</p></blockquote>
<p><strong>2. Jalankan Program (EXCECUTE)</strong></p>
<blockquote><p>Sebagai tindakan berikutnya, PLC akan melakukan eksekusi terhadap program yang telah dimasukkan oleh pengguna, instruksi demi instruksi dijalankan secara runtut dan teliti. Perintah-perintah awal pada program yang dimasukkan akan sangat mempengaruhi terhadap keadaan yang ada. Jika program diawali dengan memberikan logika 1 (ON) pada masukan pertama, keluaran pertama akan bernilai 1 (ON) pula. Hal tersebut dapat terjadi karena PLC sudah memperoleh data masukan yang mana saja yang ON dan OFF. Dari tahap pertama dapat ditentukan bagaimana kondisi keluaran pertama, harus di-ON-kan atau tidak (berdasarkan status masukan pertama). Tahap ini diakhiri dengan menyimpan hasil eksekusi untuk digunakan kemudian.</p></blockquote>
<p><strong>3. Pebaharui Status Output</strong></p>
<blockquote><p>Sebagai tahap utama yang terakhir, tindakan yang akan dilakukan PLC yaitu memperbaharui atau mengupdate status keluaran. Pembaharuan status keluaran ini dipengaruhi oleh masukan yang aktif (ON) selama tahap 1 dan hasil dari eksekusi program di tahap 2. Jika masukan pertama statusnya ON, dari langkah 2, program akan menghasilkan keluaran pertama ON, sehingga pada tahap 3 ini keluaran pertama akan diperbaharui menjadi ON.</p></blockquote>
<ul></ul>
<p>Setelah tahap 3 selesai, PLC akan kembali lagi melaksanakan proses <em>scanning </em>program dari tahap 1, demikian seterusnya. Waktu scan didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan untuk melaksanakan 3 tahap utama tersebut. Pada setiap tahapnya, bisa memiliki waktu tanggap yang berbeda-beda. Waktu tanggap total (<em>total response time</em>) adalah jumlah semua waktu tanggap masing-masing langkah. Sehingga dapat dikatakan bahwa waktu tanggap total merupakan jumlah masukan ditambah waktu eksekusi program ditambah waktu tanggap keluaran akan sama dengan waktu tanggap total. Logikanya, semakin banyak variabel input maupun output yang ada dan banyaknya tingkat ekseskusi program mempengaruhi sekali terhadap waktu scan dan waktu tanggap yang semakin besar.</p>
<img src="http://ndoware.com/?ak_action=api_record_view&id=1676&type=feed" alt="" /><div class="entry clearfloat" style="border:none;padding:0;">
<blockquote>
<h3>Artikel Terkait</h3>
<ul>
		<li><a href="http://ndoware.com/antarmuka-masukan-plc.html" rel="bookmark">Antarmuka PLC</a><!-- (5.8)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/perancangan-sistematis-sistem-kendali-dengan-plc.html" rel="bookmark">Perancangan Sistematis Sistem Kendali dengan PLC</a><!-- (5.6)--></li>
	</ul>
</blockquote>
</div>


]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndoware.com/proses-scanning-program-pada-plc.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antarmuka PLC</title>
		<link>http://ndoware.com/antarmuka-masukan-plc.html</link>
		<comments>http://ndoware.com/antarmuka-masukan-plc.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 18:53:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iebhe</dc:creator>
				<category><![CDATA[PLC]]></category>
		<category><![CDATA[antarmuka]]></category>
		<category><![CDATA[Komponen PLC]]></category>
		<category><![CDATA[operasi PLC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndoware.com/?p=1659</guid>
		<description><![CDATA[Antarmuka Masukan PLC
Perangkat antarmuka input pada PLC berada di antara jalur masukan yang sebenarnya dengan unit CPU. Adapun manfaat dari perangkat antarmuka input sendiri yaitu untuk melindungi CPU PLC dari sinyal-sinyal yang dapat merusak kinerja maupun ketahanan CPU tersebut. Modul antarmuka ini berfungsi untuk mengubah sinyal-sinyal masukan dari luar ke sinyal-sinyal yang sesuai (sinkron) dengan [...]<div class="entry clearfloat" style="border:none;padding:0;">
<blockquote>
<h3>Artikel Terkait</h3>
<ul>
		<li><a href="http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc-2.html" rel="bookmark">Komponen Penyusun PLC (2)</a><!-- (8.4)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc.html" rel="bookmark">Komponen Penyusun PLC (1)</a><!-- (7)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/prinsip-operasi-plc.html" rel="bookmark">Prinsip Operasi PLC</a><!-- (6.4)--></li>
	</ul>
</blockquote>
</div>


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left"><span style="color: #0000ff"><strong>Antarmuka Masukan PLC</strong></span></p>
<p>Perangkat antarmuka input pada PLC berada di antara jalur masukan yang sebenarnya dengan unit CPU. Adapun manfaat dari perangkat antarmuka input sendiri yaitu untuk melindungi CPU PLC dari sinyal-sinyal yang dapat merusak kinerja maupun ketahanan CPU tersebut. Modul antarmuka ini berfungsi untuk mengubah sinyal-sinyal masukan dari luar ke sinyal-sinyal yang sesuai (sinkron) dengan tegangan kerja CPU PLC yang bersangkutan. Misalnya, input dari sensor dengan tegangan kerja 24 Volt DC harus diubah menjadi tegangan 5 Volt DC agar sesuai dengan tegangan kerja CPUnya.</p>
<div id="attachment_1662" class="wp-caption aligncenter" style="width: 190px"><a rel="attachment wp-att-1662" href="http://ndoware.com/antarmuka-masukan-plc.html/device_opto-isolator_wiki"><img class="size-full wp-image-1662" src="http://ndoware.com/wp-content/uploads/2009/08/Device_Opto-isolator_wiki.jpg" alt="Gambar 1. Sebuah IC Opto-isolator seri &quot;MB 111&quot;, berisi sebuah LED, photodioda dan penguat yang terintegrasi" width="180" height="170" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar 1. Sebuah IC Opto-isolator seri &quot;MB 111&quot; (Sumber: wikipedia.org)</p></div>
<div id="attachment_1663" class="wp-caption aligncenter" style="width: 190px"><a rel="attachment wp-att-1663" href="http://ndoware.com/antarmuka-masukan-plc.html/skema_optoisolator_pinout_wiki"><img class="size-full wp-image-1663" src="http://ndoware.com/wp-content/uploads/2009/08/Skema_Optoisolator_Pinout_wiki.png" alt="Gambar 2. Skema sederhana suatu opto-isoator" width="180" height="108" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar 2. Skema sederhana suatu opto-isoator (Sumber: wikipedia.org)</p></div>
<p>Pengolahan sinyal-sinyal yang dimaksud dilakukan dengan <a title="opto-isolator" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Opto-isolator)" target="_blank"><em><strong>opto-isolator</strong></em></a> (perhatikan Gambar 1 dan Gambar 2) yang terdapat pada perangkat antarmuka masing-masing PLC. Untuk lebih jelasnya dapat ditunjukkan pada Gambar 3.</p>
<div id="attachment_1660" class="wp-caption aligncenter" style="width: 449px"><a rel="attachment wp-att-1660" href="http://ndoware.com/antarmuka-masukan-plc.html/antarmuka-plc-input"><img class="size-full wp-image-1660" src="http://ndoware.com/wp-content/uploads/2009/08/antarmuka-PLC-input.jpg" alt="Gambar 3. Rangkaian antarmuka input PLC" width="439" height="264" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar 3. Rangkaian antarmuka input PLC</p></div>
<p>Dengan menggunakan pto-isolator, tak ada sambungan dengan menggunakan kabel antara dunia luar dengan CPU. Keduanya dipisahkan secara optic, dimana sinyal-sinyal disampaikan melalui cahaya. Prinsip kerjanya sederhana, piranti eksternal akan memberikan sinyal untuk menghidupkan LED (dalam opto-isolator), sehingga phototransistor akan menerima cahaya kemudian menghantarkan arus (ON=1). CPU akan melihat sinyal tersebut sebagai logika nol (dimana catu antara kolektor dan emitor turun hingga di bawah 1 volt). Demikian pula sebaliknya, ketika sinyal masukan tak ada lagi, LED akan mati dan phototransistor akan berhenti menghantar (OFF). CPU akan melihat sinyal tersebut sebagai logika satu.</p>
<p><span style="color: #0000ff"><strong>Antarmuka Keluaran PLC</strong></span></p>
<p>Tak berbeda dengan antarmuka masukan PLC, unit keluaran juga perlu adanya perangkat antarmuka untuk memberikan perlindungan CPU dengan peralatan eksternal. Skema perangkat antarmuka keluaran PLC dapat dilihat pada Gambar 4.</p>
<div id="attachment_1671" class="wp-caption aligncenter" style="width: 461px"><a rel="attachment wp-att-1671" href="http://ndoware.com/antarmuka-masukan-plc.html/antarmuka-plc-output"><img class="size-full wp-image-1671" src="http://ndoware.com/wp-content/uploads/2009/08/antarmuka-PLC-output.jpg" alt="Gambar 4. Rangkaian antarmuka output PLC" width="451" height="271" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar 4. Rangkaian antarmuka output PLC</p></div>
<p>Cara kerjanya sama dengan perangkat antarmuka masukan PLC. Bedanya, perangkat yang menyalakan dan mematikan LED didalam opto-isolator sekarang adalah CPU, sedangkan yang membaca keadaan arus pada photo-transistor, yaitu perangkat eksternal.</p>
<img src="http://ndoware.com/?ak_action=api_record_view&id=1659&type=feed" alt="" /><div class="entry clearfloat" style="border:none;padding:0;">
<blockquote>
<h3>Artikel Terkait</h3>
<ul>
		<li><a href="http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc-2.html" rel="bookmark">Komponen Penyusun PLC (2)</a><!-- (8.4)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc.html" rel="bookmark">Komponen Penyusun PLC (1)</a><!-- (7)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/prinsip-operasi-plc.html" rel="bookmark">Prinsip Operasi PLC</a><!-- (6.4)--></li>
	</ul>
</blockquote>
</div>


]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndoware.com/antarmuka-masukan-plc.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemrograman PLC dengan Kode Mnemonic</title>
		<link>http://ndoware.com/pemrograman-plc-dengan-kode-mnemonic.html</link>
		<comments>http://ndoware.com/pemrograman-plc-dengan-kode-mnemonic.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 16:49:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iebhe</dc:creator>
				<category><![CDATA[PLC]]></category>
		<category><![CDATA[Komponen PLC]]></category>
		<category><![CDATA[Mnemonic PLC]]></category>
		<category><![CDATA[Pemrograman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndoware.com/?p=1646</guid>
		<description><![CDATA[Kode mnemonic atau Statement List (STL), memberikan cara pandang lain untuk membuat suatu program. Suatu himpunan instruksi diberikan dalam bentuk lain namun memiliki tujuan yang sama. Dilihat dari susunannya, kode mnemonic terdiri dari beberapa kolom instruksi. Adapun kolom-kolom tersebut terdiri dari:

Operasi, menjelaskan mengenai perintah yang harus dilaksanakan. Ditampilkan pada kolom sebelah kiri.
Operand, yaitu sesuatu yang [...]<div class="entry clearfloat" style="border:none;padding:0;">
<blockquote>
<h3>Artikel Terkait</h3>
<ul>
		<li><a href="http://ndoware.com/pemrograman-plc-dengan-ladder-logic-diagram.html" rel="bookmark">Pemrograman PLC dengan Ladder Logic Diagram</a><!-- (17.7)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/perancangan-sistematis-sistem-kendali-dengan-plc.html" rel="bookmark">Perancangan Sistematis Sistem Kendali dengan PLC</a><!-- (8.6)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc-2.html" rel="bookmark">Komponen Penyusun PLC (2)</a><!-- (5.6)--></li>
	</ul>
</blockquote>
</div>


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kode mnemonic atau <em>Statement List</em> (STL), memberikan cara pandang lain untuk membuat suatu program. Suatu himpunan instruksi diberikan dalam bentuk lain namun memiliki tujuan yang sama. Dilihat dari susunannya, kode mnemonic terdiri dari beberapa kolom instruksi. Adapun kolom-kolom tersebut terdiri dari:</p>
<ul>
<li><strong>Operasi</strong>, menjelaskan mengenai perintah yang harus dilaksanakan. Ditampilkan pada kolom sebelah kiri.</li>
<li><strong>Operand</strong>, yaitu sesuatu yang akan dioperasikan oleh operasi. Dengan kata lain, nilai yang akan diproses oleh operasi. Bentuknya dapat berupa nilai, alamat input/output, atau alamat memory. Ditampilkan pada kolom sebelah kanan.</li>
</ul>
<p>Berikut merupakan perbandingan antara pemrograman PLC dengan kode mnemonic yang ditunjukkan pada Gambar 1, dan ladder logic diagram yang ditunjukkan pada Gambar 2.</p>
<p>Gambar 1 dan Gambar 2 menunjukkan operasi-operasi sederhana berupa <strong><em>LOAD</em></strong> dan <strong><em>LOAD NOT</em></strong>. M0000 sebagai alamat input, sedangkan P0063 dan P0064 masing-masing sebagai alamat output.</p>
<div id="attachment_1654" class="wp-caption aligncenter" style="width: 274px"><a rel="attachment wp-att-1654" href="http://ndoware.com/pemrograman-plc-dengan-kode-mnemonic.html/contoh_mnemonic-2"><img class="size-full wp-image-1654" src="http://ndoware.com/wp-content/uploads/2009/08/COntoh_Mnemonic.jpg" alt="Gambar 1. Contoh sederhana kode mnemonic" width="264" height="117" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar 1. Contoh sederhana kode mnemonic</p></div>
<p>Jika dilihat dari struktur keduanya dapat dikatakan mirip. Kode mnemonic maupun ladder diagram melaksanakan perintah operasi yang sama dengan ladder diagram. Perbedaannya terletak pada cara pemrograman.</p>
<div id="attachment_1648" class="wp-caption aligncenter" style="width: 715px"><a rel="attachment wp-att-1648" href="http://ndoware.com/pemrograman-plc-dengan-kode-mnemonic.html/contoh_ladder"><img class="size-full wp-image-1648" src="http://ndoware.com/wp-content/uploads/2009/08/Contoh_Ladder.png" alt="Gambar 2. Contoh sederhana ladder logic diagram" width="705" height="99" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar 2. Contoh sederhana ladder logic diagram</p></div>
<p>Prinsip kerja program tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Baris instruksi 0000 hingga 0001 pada Gambar 1 menunjuk kepada instruksi baris instruksi 0 pada Gambar 2. Yaitu load suatu nilai binner 0/1 dengan keadaan awal normali open (off atau 0),</li>
<li>Baris instruksi 0002 hingga 0003 pada Gambar 1 menunjuk kepada instruksi baris instruksi 2 pada Gambar 2. Yaitu load suatu nilai binner 0/1 dengan keadaan awal normali open (on atau 1),</li>
<li>Jika input diberi toogle (diubah kondisinya), keluaran yang diperoleh akan berbalik untuk baris instruksi 0 pada alamat P0063 dan 2 pada alamat P0063.</li>
</ul>
<p>Salah satu vendor PLC yang memberikan pilihan pemrograman dengan kode mnemonic yaitu Ge-Fanuc. Digunakan melalui Software KGL-WIN.</p>
<img src="http://ndoware.com/?ak_action=api_record_view&id=1646&type=feed" alt="" /><div class="entry clearfloat" style="border:none;padding:0;">
<blockquote>
<h3>Artikel Terkait</h3>
<ul>
		<li><a href="http://ndoware.com/pemrograman-plc-dengan-ladder-logic-diagram.html" rel="bookmark">Pemrograman PLC dengan Ladder Logic Diagram</a><!-- (17.7)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/perancangan-sistematis-sistem-kendali-dengan-plc.html" rel="bookmark">Perancangan Sistematis Sistem Kendali dengan PLC</a><!-- (8.6)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc-2.html" rel="bookmark">Komponen Penyusun PLC (2)</a><!-- (5.6)--></li>
	</ul>
</blockquote>
</div>


]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndoware.com/pemrograman-plc-dengan-kode-mnemonic.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemrograman PLC dengan Ladder Logic Diagram</title>
		<link>http://ndoware.com/pemrograman-plc-dengan-ladder-logic-diagram.html</link>
		<comments>http://ndoware.com/pemrograman-plc-dengan-ladder-logic-diagram.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 11:02:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iebhe</dc:creator>
				<category><![CDATA[PLC]]></category>
		<category><![CDATA[Ladder Logic Diagram]]></category>
		<category><![CDATA[Pemrograman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndoware.com/?p=1566</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang kita ketahui bahwa PLC merupakan suatu perangkat pengendali yang dapat diprogram. Metode pemrogramannya tak terlalu rumit dan biasanya vendor yang memproduksi PLC memberikan pilihan kepada pengguna untuk memilih metode pemrograman PLC yang bersangkutan. Metode yang umum diberikan sebagai pilihan antara lain berupa metode pemrograman dengan diagram logika tangga (ladder logic diagram), mneumonic (statement [...]<div class="entry clearfloat" style="border:none;padding:0;">
<blockquote>
<h3>Artikel Terkait</h3>
<ul>
		<li><a href="http://ndoware.com/pemrograman-plc-dengan-kode-mnemonic.html" rel="bookmark">Pemrograman PLC dengan Kode Mnemonic</a><!-- (17.4)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/perancangan-sistematis-sistem-kendali-dengan-plc.html" rel="bookmark">Perancangan Sistematis Sistem Kendali dengan PLC</a><!-- (9)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/kelebihan-plc.html" rel="bookmark">Kelebihan PLC</a><!-- (8.1)--></li>
	</ul>
</blockquote>
</div>


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang kita ketahui bahwa PLC merupakan suatu perangkat pengendali yang dapat diprogram. Metode pemrogramannya tak terlalu rumit dan biasanya vendor yang memproduksi PLC memberikan pilihan kepada pengguna untuk memilih metode pemrograman PLC yang bersangkutan. Metode yang umum diberikan sebagai pilihan antara lain berupa metode pemrograman dengan diagram logika tangga (<em>ladder logic diagram</em>), mneumonic (<em>statement list</em>), dan atau diagram fungsi blok (<em>function block diagram</em>).  Adanya pilihan metode tersebut dimaksudkan agar pengguna dapat dengan mudah membuat program sesuai dengan keahlian maupun metode pemrograman yang disukai.</p>
<p><strong>Ladder Logic Diagram</strong></p>
<p>Salah satu metode pemrograman PLC yang sangat umum dipergunakan yaitu pemrograman menggunakan <em>ladder diagram</em> (diagram tangga).  Metode yang praktis dan cukup mudah dimengerti. Programer bertugas untuk menuliskan sebuah program selayaknya menggambarkan sebuah rangkaian saklar elektronik. Dapat dirancang dengan melakukan konversi dari rangkaian elektronik yang telah ada, lalu menggantikan fungsi saklar sesuai dengan fungsi yang tersedia pada <em>software </em>programer. Diagram ini sendiri terdiri dari dua buah garis vertikal yang melambangkan daya. Komponen-komponen rangkaian disambungkan sebagai garis-garis horisontal yang merupakan anak tangga. Komponen-komponen yang dimaksud ditempatkan di antara kedua buah garis vertikal.</p>
<div id="attachment_1578" class="wp-caption aligncenter" style="width: 278px"><a rel="attachment wp-att-1578" href="http://ndoware.com/pemrograman-plc-dengan-ladder-logic-diagram.html/ladder-logic-diagram-2"><img class="size-full wp-image-1578" src="http://ndoware.com/wp-content/uploads/2009/08/Ladder-Logic-Diagram.jpg" alt="Gambar contoh tampilan ladder logic diagram" width="268" height="220" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar contoh tampilan ladder logic diagram</p></div>
<p><strong>Aturan pemrograman</strong> dengan mempergunakan <em>ladder logic diagram</em> dapat dijabarkan sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Dua garis vertikal pada <em>sheet </em>(= media untuk meletakkan komponen rangkaian) melambangkan daya. Di antara kedua garis tersebut komponen-komponen rangkaian dihubungkan sesuai dengan rancangan.</li>
<li>Masing-masing baris ladder (baca: <em>rung</em>) mendefinisikan suatu operasi dalam proses kendali.</li>
<li>Masing-masing baris ladder wajib untuk dimulai dengan menempatkan sebuah input atau sejumlah input dan harus diakhiri dengan menempatkan sebuah output.</li>
<li>Perancangan ladder dengan menyesuaikan pada keadaan normal (<em>default</em>) perangkat listrik.</li>
<li>Suatu perangkat tertentu dapat digambarkan dengan menggunakan lebih dari satu buah baris/ rung.</li>
<li>Komponen-komponen input maupun output didefinisikan dengan menggunakan pengalamatan. Alamat tersebut merupakan indikasi dari lokasi komponen input maupun output dalam memori PLC. Notasi masing-masing produk PLC berbeda-beda bergantung pada vendor yang memproduksinya.</li>
<li>Suatu keadaan komponen output dapat dipanggil sebagai keadaan komponen input dengan memanggil alamat komponen output yang diinginkan pada komponen input.</li>
<li>Pembacaan diagram dimulai dari kiri ke kana dan dari atas ke bawah seperti ditunjukkan pada gambar berikut:</li>
</ol>
<p style="text-align: center">
<div id="attachment_1579" class="wp-caption aligncenter" style="width: 437px"><a rel="attachment wp-att-1579" href="http://ndoware.com/pemrograman-plc-dengan-ladder-logic-diagram.html/arah-baca-ladder-logic-diagram-2"><img class="size-full wp-image-1579" src="http://ndoware.com/wp-content/uploads/2009/08/Arah-baca-ladder-logic-diagram.jpg" alt="Gambar arah baca ladder logic diagram PLC" width="427" height="295" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar arah baca ladder logic diagram PLC</p></div>
<img src="http://ndoware.com/?ak_action=api_record_view&id=1566&type=feed" alt="" /><div class="entry clearfloat" style="border:none;padding:0;">
<blockquote>
<h3>Artikel Terkait</h3>
<ul>
		<li><a href="http://ndoware.com/pemrograman-plc-dengan-kode-mnemonic.html" rel="bookmark">Pemrograman PLC dengan Kode Mnemonic</a><!-- (17.4)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/perancangan-sistematis-sistem-kendali-dengan-plc.html" rel="bookmark">Perancangan Sistematis Sistem Kendali dengan PLC</a><!-- (9)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/kelebihan-plc.html" rel="bookmark">Kelebihan PLC</a><!-- (8.1)--></li>
	</ul>
</blockquote>
</div>


]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndoware.com/pemrograman-plc-dengan-ladder-logic-diagram.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komponen Tambahan PLC</title>
		<link>http://ndoware.com/komponen-tambahan-plc.html</link>
		<comments>http://ndoware.com/komponen-tambahan-plc.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 05:15:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iebhe</dc:creator>
				<category><![CDATA[PLC]]></category>
		<category><![CDATA[Komponen PLC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndoware.com/?p=1550</guid>
		<description><![CDATA[Selain komponen dasar yang telah dibahas pada topik sebelumnya, PLC juga memiliki komponen tambahan yang dapat membuat fungsi maupun kinerjanya menjadi semakin optimal. Hal tersebut karena sebuah PLC tersusun dari ratusan bahkan ribuan relay, counter, timer dan juga memori.

Gambar komponen relay secara umum
Berikut komponen-komponen tambahan pada PLC:
1. Input relay atau kontaktor
Komponen ini dihubungkan ke dunia [...]<div class="entry clearfloat" style="border:none;padding:0;">
<blockquote>
<h3>Artikel Terkait</h3>
<ul>
		<li><a href="http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc-2.html" rel="bookmark">Komponen Penyusun PLC (2)</a><!-- (11.6)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc.html" rel="bookmark">Komponen Penyusun PLC (1)</a><!-- (10.5)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/kelebihan-plc.html" rel="bookmark">Kelebihan PLC</a><!-- (6.1)--></li>
	</ul>
</blockquote>
</div>


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selain komponen dasar yang telah dibahas pada topik sebelumnya, PLC juga memiliki komponen tambahan yang dapat membuat fungsi maupun kinerjanya menjadi semakin optimal. Hal tersebut karena sebuah PLC tersusun dari ratusan bahkan ribuan relay, counter, timer dan juga memori.</p>
<p style="text-align: center">
<div id="attachment_1551" class="wp-caption aligncenter" style="width: 279px"><a rel="attachment wp-att-1551" href="http://ndoware.com/komponen-tambahan-plc.html/spst_relay"><img class="size-full wp-image-1551" src="http://ndoware.com/wp-content/uploads/2009/08/spst_relay.gif" alt="Gambar komponen relay secara umum" width="269" height="201" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar komponen relay secara umum</p></div>
<p>Berikut komponen-komponen tambahan pada PLC:</p>
<p><strong>1. Input relay atau kontaktor</strong></p>
<p>Komponen ini dihubungkan ke dunia luar (antarmuka) PLC, dan secara fisik komponen ini ada serta menerima sinyal dari source, sensor dan lain sebagainya.</p>
<p><strong>2. Internal, utility relay</strong></p>
<p><em>Internal Relay </em>tidak dapat diakses secara langsung untuk digunakan sebagai input maupun output. Komponen ini merupakan relay semu yang merupakan bit digital (0/1) yang disimpan pada <em>internal image register</em>. Dilihat dari sudut pandang pemrograman, semua internal relay mempunyai satu coil dan mempunyai sebanyak contact sesuai yang diinginkan oleh programer. Semua <em>Iternal relay</em> dimiliki oleh semua jenis maupun merk PLC, namun cara penomeran dan jumlah maksimum yang diperbolehkan masing-masing berbeda. Bagi kebanyakan programer, <em>Internal Relay </em>memberikan kebebasan untuk melaksanakan operasi internal yang lebih rumit tanpa memerlukan penggunaan biaya mahal untuk beberapa output relay. Dalam contoh pemrograman <em>Internal Relay </em>dapat disimbolkan dengan IR.</p>
<p><strong>3. Counters</strong></p>
<p>Counter sama dengan input relay yang secara fisik tidak ada. Komponen ini merupakan simulasi counter dan dapat diprogram untuk menghitung banyak pulsa, dapat menghitung naik atau turun atau keduanya naik dan turun. Selama waktu simulasi dapat dibatasi kecepatan hitungnya. Beberapa perusahaan membuat counter berkecepatan tinggi dengan bantuan tambahan hardware.</p>
<p><strong>4. Timers</strong></p>
<p>Timer juga merupakan komponen maya yang secara fisik tidak dapat ditemui. Komponen ini dibuat dengan banyak ragam dan yang paling umum adalah tipe tunda saat ON (on delay) dan tunda saat OFF (off delay) dan dua tipe yang dapat menyimpan data atau tidak dapat menyimpan data (retentive dan nen-retentive type), variasi jenaikan 1 ms sampai dengan 1s.</p>
<p><strong>5. Output relays (Kumparan)</strong></p>
<p>Output relay merupakan komponen tambahan yang dihubungkan dengan dunia luar, memiliki bentuk fisik dan melaksanakan tugas mengirimkan sinyal ON/OFF ke solenoid, lampu dan komponen keluaran lain. Wujud dari output relay ini dapat berupa transistor, relay atau <em>triac </em>tergantung pada model yang dipilih pengguna.</p>
<p><strong>6. Data storage</strong></p>
<div id="attachment_1552" class="wp-caption alignleft" style="width: 217px"><a rel="attachment wp-att-1552" href="http://ndoware.com/komponen-tambahan-plc.html/data-storage-memory"><img class="size-full wp-image-1552" src="http://ndoware.com/wp-content/uploads/2009/08/data-storage-memory.jpg" alt="Gambar data storage memory PLC" width="207" height="192" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar data storage memory PLC</p></div>
<p>Data storage merupakan suatu register untuk menyederhanakan penyimpanan. Biasanya difungsikan sebagai alat penyimpanan data.</p>
<img src="http://ndoware.com/?ak_action=api_record_view&id=1550&type=feed" alt="" /><div class="entry clearfloat" style="border:none;padding:0;">
<blockquote>
<h3>Artikel Terkait</h3>
<ul>
		<li><a href="http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc-2.html" rel="bookmark">Komponen Penyusun PLC (2)</a><!-- (11.6)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc.html" rel="bookmark">Komponen Penyusun PLC (1)</a><!-- (10.5)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/kelebihan-plc.html" rel="bookmark">Kelebihan PLC</a><!-- (6.1)--></li>
	</ul>
</blockquote>
</div>


]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndoware.com/komponen-tambahan-plc.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komponen Penyusun PLC (2)</title>
		<link>http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc-2.html</link>
		<comments>http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 08:35:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iebhe</dc:creator>
				<category><![CDATA[PLC]]></category>
		<category><![CDATA[Komponen PLC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndoware.com/?p=1499</guid>
		<description><![CDATA[Unit input/output atau sering disingkat dengan Unit I/O pada PLC, menyediakan antarmuka yang menghubungkan sistem dengan dunia luar. Keadaan tersebut memungkinkan untuk dibuat sambungan-sambungan antara perangkat-perangkat input, seperti sensor, dengan perangkat output, seperti motor dan selenoida, melalui panel-panel yang tersedia. Demikian pula, melalui unit input/output, program-program dimasukkan dari panel program. Masing-masing point input/output memiliki sebuah [...]<div class="entry clearfloat" style="border:none;padding:0;">
<blockquote>
<h3>Artikel Terkait</h3>
<ul>
		<li><a href="http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc.html" rel="bookmark">Komponen Penyusun PLC (1)</a><!-- (15.3)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/komponen-tambahan-plc.html" rel="bookmark">Komponen Tambahan PLC</a><!-- (10.6)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/antarmuka-masukan-plc.html" rel="bookmark">Antarmuka PLC</a><!-- (8.2)--></li>
	</ul>
</blockquote>
</div>


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Unit input/output atau sering disingkat dengan Unit I/O pada PLC, menyediakan antarmuka yang menghubungkan sistem dengan dunia luar. Keadaan tersebut memungkinkan untuk dibuat sambungan-sambungan antara perangkat-perangkat input, seperti sensor, dengan perangkat output, seperti motor dan selenoida, melalui panel-panel yang tersedia. Demikian pula, melalui unit input/output, program-program dimasukkan dari panel program. Masing-masing point input/output memiliki sebuah alamat spesifik yang dapat digunakan oleh CPU untuk mengaksesnya.</p>
<p style="text-align: center">
<div id="attachment_1500" class="wp-caption aligncenter" style="width: 312px"><a rel="attachment wp-att-1500" href="http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc-2.html/type-single-box"><img class="size-full wp-image-1500" src="http://ndoware.com/wp-content/uploads/2009/08/type-single-box.JPG" alt="I/O pada PLC type single box" width="302" height="320" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar I/O pada PLC type single box</p></div>
<p><strong>1. Perangkat input</strong></p>
<p>Pada PLC, perangkat input biasanya digunakan untuk perangkat-perangkat digital dan analog, seperti saklar mekanis, potensiometer, termistor, strain gauge, dan thermocoupler. Beberapa perangkat tambahan tadi bertindak sebagai sensor, yang nantinya akan menghasilkan output digital(<em>discrete</em>), yaitu kondisi ‘ON(1)’/’OFF(2)’, dan dapat dihubungkan dengan mudah ke port-port input PLC. Sensor-sensor yang menghasilkan sinyal-sinyal analog harus terlebih dahulu diubah(di<em>convert</em>) menjadi sinyal-sinyal digital sebelum dihubungkan ke port-port PLC. Contoh beberapa sensor yang umum digunakan yaitu:</p>
<ul>
<li>Saklar-saklar mekanik</li>
<li>Saklar-saklar jarak(proximity switch)</li>
<li>Sensor-sensor suhu</li>
<li>Straingauge</li>
</ul>
<div id="attachment_1501" class="wp-caption aligncenter" style="width: 591px"><a rel="attachment wp-att-1501" href="http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc-2.html/io-plc"><img class="size-full wp-image-1501" src="http://ndoware.com/wp-content/uploads/2009/08/IO-PLC.jpg" alt="Gambar konfigurasi I/O pada PLC secara umum" width="581" height="36" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar konfigurasi I/O pada PLC secara umum</p></div>
<p><strong>2. Perangkat output</strong></p>
<p>Port-port pada output sebuah PLC dapat berupa tipe relay atau tipe isolator-optik dengan transistor atau tipe triac, bergantung pada perangkat yang dihubungkan kepadanya, yang akan dikendalikan. Umumnya, sinyal digital dari salah satu kanal output sebuah PLC digunakan untuk mengendalikan sebuah aktuator yang pada saatnya mengendalikan suatu proses. Istilah aktuator sendiri digunakan untuk perangkat yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi gerakan-gerakan mekanis untuk mengendalikan proses. Berikut ini beberapa contohnya:</p>
<ul>
<li>Kontaktor</li>
<li>Motor</li>
<li>Motor Stepper</li>
<li>Katup-katup kontrol direksional</li>
</ul>
<div id="attachment_1502" class="wp-caption aligncenter" style="width: 660px"><a rel="attachment wp-att-1502" href="http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc-2.html/plc5komponen-2"><img class="size-full wp-image-1502" src="http://ndoware.com/wp-content/uploads/2009/08/PLC5Komponen1.jpg" alt="Gambar konfigurasi komponen PLC-5 Allen Bradley" width="650" height="732" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar konfigurasi komponen PLC-5 Allen Bradley</p></div>
<img src="http://ndoware.com/?ak_action=api_record_view&id=1499&type=feed" alt="" /><div class="entry clearfloat" style="border:none;padding:0;">
<blockquote>
<h3>Artikel Terkait</h3>
<ul>
		<li><a href="http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc.html" rel="bookmark">Komponen Penyusun PLC (1)</a><!-- (15.3)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/komponen-tambahan-plc.html" rel="bookmark">Komponen Tambahan PLC</a><!-- (10.6)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/antarmuka-masukan-plc.html" rel="bookmark">Antarmuka PLC</a><!-- (8.2)--></li>
	</ul>
</blockquote>
</div>


]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komponen Penyusun PLC (1)</title>
		<link>http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc.html</link>
		<comments>http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 08:38:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iebhe</dc:creator>
				<category><![CDATA[PLC]]></category>
		<category><![CDATA[Komponen PLC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndoware.com/?p=1453</guid>
		<description><![CDATA[Gambar konfigurasi komponen-komponen PLC
Pada umumnya, teradapat 5 (lima) komponen utama yang menyusun suatu PLC. Semua komponen tersebut harus ada untuk dapat menjalankan suatu PLC secara normal. Komponen-komponen utama dari suatu  PLC, sebagai berikut:
1. Unit CPU (Central Processing Unit)
Merupakan bagian yang berfungsi sebagai otak bagi sistem. CPU berisi mikroprosesor yang menginterpretasikan sinyal-sinyal input dan melaksanakan tindakan-tindakan [...]<div class="entry clearfloat" style="border:none;padding:0;">
<blockquote>
<h3>Artikel Terkait</h3>
<ul>
		<li><a href="http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc-2.html" rel="bookmark">Komponen Penyusun PLC (2)</a><!-- (15.5)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/komponen-tambahan-plc.html" rel="bookmark">Komponen Tambahan PLC</a><!-- (11.9)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/prinsip-operasi-plc.html" rel="bookmark">Prinsip Operasi PLC</a><!-- (7.4)--></li>
	</ul>
</blockquote>
</div>


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1452" class="wp-caption aligncenter" style="width: 429px"><a rel="attachment wp-att-1452" href="http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc.html/konfigplc"><img class="size-large wp-image-1452" src="http://ndoware.com/wp-content/uploads/2009/08/KonfigPLC-1024x510.jpg" alt="Gambar konfigurasi komponen-komponen PLC" width="419" height="208" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar konfigurasi komponen-komponen PLC</p></div>
<p>Pada umumnya, teradapat 5 (lima) komponen utama yang menyusun suatu PLC. Semua komponen tersebut harus ada untuk dapat menjalankan suatu PLC secara normal. Komponen-komponen utama dari suatu <em> </em>PLC, sebagai berikut:</p>
<p><strong>1. Unit CPU (<em>Central Processing Unit</em>)</strong></p>
<p>Merupakan bagian yang berfungsi sebagai otak bagi sistem. CPU berisi mikroprosesor yang menginterpretasikan sinyal-sinyal input dan melaksanakan tindakan-tindakan pengontrolan sesuai dengan program yang telah tersimpan , lalu mengkomunikasikan keputusan-keputusan yang diambilnya sebagai sinyal kontrol ke output interface. Scan dari program umumnya memakan waktu 70 ms , tetapi halitu tergantung dari panjang pendeknya program serta tingkat kerumitannya.</p>
<p><strong>2. Unit Memori</strong></p>
<p>Memori didalam PLC digunakan untuk menyimpan data dan program. Secara fisik, memori ini berupa chip dan untuk pengaman dipasang baterai back-up pada PLC. Unit memori ini sendiri dapat dibedakan atas 2 jenis, yaitu:</p>
<ul>
<li><em>Volatile Memory</em>, adalah suatu memori yang apabila sumber tegangannya dilepas maka data yang tersimpan akan hilang . Karena itu memori jenis ini bukanlah media penyimpanan permanen. Untuk penyimpanan data dan program dalam jangka waktu yang lebih lama maka memori ini harus mendapat daya terus-menerus.hal ini biasanya dilakukan dengan menggunakan baterai. Ada beberapa jenis memori volatil yaitu RAM (<em>Random Access Memory</em>), SRAM (<em>Static RAM</em>)dan DRAM (<em>Dynamics RAM</em>).</li>
<li><em>Non-Volatile Memory</em>, merupakan kebalikan <em>Volatile Memory</em> yaitu suatu memori yang meski sumber tegangan dilepas data yang tersimpan tidak akan hilang.Salah satu jenis memori ini adalah ROM (<em>Read Only Memory</em>). Memori jenis ini hanya dapat dibaca saja dan tidak dapat di tambah ataupun dirubah. Isi dari ROM berasal dari pabrik pembuatnya yang berupa sistem operasi dan terdiri dari program-program pokok yang diperlukan oleh sistem PLC. Untuk mengubah isi dari Rom maka diperlukan memori jenis : EPROM (<em>Erasable Programmable ROM</em>) yang dapat dihapus dengan mengekspos chip pada cahaya ultra violet pekat.</li>
</ul>
<p><strong>3. Unit Power Supply</strong></p>
<p>Unit power supply atau unit catu daya diperlukan untuk mengkonversi tegangan masukan AC (220Volt ~ 50Hz) atau DC (24Volt) sumber menjadi tegangan rendah DC 5 Volt yang dibutuhkan oleh prosesor dan rangkaian-rangkaian dala input/outpur interface. nKegagalan dalam pemenuhan tegangan oleh power suply dapat menyebabkan kegagalan operasi PLC. Untuk itu  diperlukan adanya baterai cadangan dengan tujuan agar pada saat voltage=dropping, data yang ada pada memori tidak hilang.</p>
<p><strong>4. Unit Programmer</strong></p>
<p>Komponen programmer merupakan alat yang digunakan untuk berkomunikasi dengan PLC. Programmer mempunyai beberapa fungsi yaitu :</p>
<ul>
<li><strong><em>RUN</em></strong>, untuk mengendalikan suatu      proses saat program dalam keadaan aktif.</li>
<li><strong><em>OFF</em></strong>, untuk mematikan PLC sehingga      program dibuat tidak dapat dijalankan.</li>
<li><strong><em>MONITOR</em></strong>, untuk mengetahui keadaan suatu      proses yang terjadi dalam PLC.</li>
<li><strong><em>PROGRAM</em></strong>, menyatakan suatu keadaan dimana programmer/ monitor digunakan untuk membuat suatu program.</li>
</ul>
<p><strong>5. Unit Input/Output</strong></p>
<p>Unit Input/output menyediakan antarmuka yang menghubungkan sistem dengan dunia luar, memungkinkan dibuatnya sambungan-sambungan/koneksi antara perangkat-perangkat input, semisal sensor, dengan perangkat output, semisal motor dan selenoida, melalui kanal-kanal input/output. Demikian pula, melalui unit input/output, program-program dimasukkan dari panel program. Setiap titik input/output memiliki sebuah alamat unik yang dapat digunakan oleh CPU.</p>
<p>(Untuk lebih jelasnya akan dibahas pada topik selanjutnya. Terima kasih)</p>
<img src="http://ndoware.com/?ak_action=api_record_view&id=1453&type=feed" alt="" /><div class="entry clearfloat" style="border:none;padding:0;">
<blockquote>
<h3>Artikel Terkait</h3>
<ul>
		<li><a href="http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc-2.html" rel="bookmark">Komponen Penyusun PLC (2)</a><!-- (15.5)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/komponen-tambahan-plc.html" rel="bookmark">Komponen Tambahan PLC</a><!-- (11.9)--></li>
		<li><a href="http://ndoware.com/prinsip-operasi-plc.html" rel="bookmark">Prinsip Operasi PLC</a><!-- (7.4)--></li>
	</ul>
</blockquote>
</div>


]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndoware.com/komponen-penyusun-plc.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

